Rapuh
Jaya Wibowo Pranata Silalahi
Jejakmu masih teringgal dalam khayalku
Bayangmu seakan masih menghantui jiwaku
Aku tak tauluka apa yang telah kau bekaskan dalam hatiku
Luka dalam yang entah mengapa aku tak bisa melupakannya
Kicau burung yang dulu nyanyian buat kita
Sekarang terdengar seakan mengoceh akan diriku
Bodoh, goblok, totol seakan itu yang terdengar setiap detiknya
Dan seakan burung tau betul apa yang ada dalam hati ini
Terkedang aku termenung didepan jendela
Melihat keindahan tatanan alam
Alam yang dulu kita pandang bersama
Yang menyimpan kenangan-kenangan tentang kita
Pernahkah kau berpikir untuk kembali?
Pernahkan engkau mencari jalan untuk kita bersama lagi?
Atau pernahkahkah engkau mencoba menyusun kembali cerita kita?
Atau mungkinkah kau berpikir itu hanya kisah semata?
Atau dongeng, atau cerpen, atau bahkan mitos yang sulit diterima?
Akankah kisah kita mengalir kembali seperti sungai?
Akankan cerita kita bersinar kembali layaknya sang raja siang?
Akankah cerita kita mendapat senyuman manis kembali dari sang ratu
malam?
Aku remuk