Jumat, 02 Oktober 2015
1 komentar
Rapuh
Jaya Wibowo Pranata Silalahi

Jejakmu masih teringgal dalam khayalku
Bayangmu seakan masih menghantui jiwaku
Aku tak tauluka apa yang telah kau bekaskan dalam hatiku
Luka dalam yang entah mengapa aku tak bisa melupakannya

Kicau burung yang dulu nyanyian buat kita
Sekarang terdengar seakan mengoceh akan diriku
Bodoh, goblok, totol seakan itu yang terdengar setiap detiknya
Dan seakan burung tau betul apa yang ada dalam hati ini

Terkedang aku termenung didepan jendela
Melihat keindahan tatanan alam
Alam yang dulu kita pandang bersama
Yang menyimpan kenangan-kenangan tentang kita

Pernahkah kau berpikir untuk kembali?
Pernahkan engkau mencari jalan untuk kita bersama lagi?
Atau pernahkahkah engkau mencoba menyusun kembali cerita kita?
Atau mungkinkah kau berpikir itu hanya kisah semata?
Atau dongeng, atau cerpen, atau bahkan mitos yang sulit diterima?

Akankah kisah kita mengalir kembali seperti sungai?
Akankan cerita kita bersinar kembali layaknya sang raja siang?
Akankah cerita kita mendapat senyuman manis kembali dari sang ratu malam?
Aku remuk






Komentar

  1. Unknown says:

    Nice poetry, please kindly open my poetry at http://www.krisnalinaldo.blogspot.com

Leave a Reply